Indonesia Bisa Bebas Impor LPG 2030, Begini Caranya

MAKANANRINGANINDONESIA.COM – Indonesia saat ini masih mengandalkan impor LPG untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Padahal, Indonesia bisa bebas dari impor tersebut dengan melakukan beberapa cara.
Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha mengatakan, cara pertama bebas impor elpiji adalah menambah gas untuk 10 juta rumah tangga. Kemudian, yang kedua mendorong penggunaan kompor listrik.
“Penggunaan kompor listrik untuk rumah tangga dengan penggunaan energi yang kompetitif dan kontinuitas pasokan listrik,” kata Satya dalam diskusi online, Jakarta, Kamis (7/4).
Langkah ketiga, kata Satya, produksi Rich Gas 500 ribu ton per tahun mulai 2022. Selanjutnya, peningkatan produksi LPG dari pengembangan kilang minyak.
“strategi kelima meningkatkan DME & methanol dari IUP BUMN serta perpanjangan PKP2B,” jelasnya. Dengan menempuh berbagai langkah tersebut untuk mengurangi impor gas, Indonesia dapat menghemat anggaran sebesar USD 4 miliar per tahun dari tahun 2021 hingga 2040. Tentunya hal ini akan berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sementara itu, Satya merinci pada 2030 kebutuhan elpiji Indonesia mencapai 9,7 juta ton. Jika tidak ada impor, maka pemenuhannya berasal dari 1,2 juta elpiji eksisting, 1,1 juta jargas, 2,1 juta kompor listrik, 0,5 juta rich gas, 1,8 juta elpiji dari kilang, DMe dan 3 juta methanol. makananringanindonesia.com

Impor LPG Diprediksi Rp 67 T Tahun 2024, Solusi Konversi Kompor Induksi

PT PLN (Persero) sedia menyokong program transformasi kompor Liquified Petroleum Gas (LPG) ke kompor induksi tahun ini. Langkah ini untuk mendukung upaya pemerintah membangun kemandirian energi dan juga menghemat anggaran negara (APBN).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, saat ini impor elpiji dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Pada tahun 2024, impor LPG diprediksi mencapai Rp 67,8 triliun.
Dengan berpindah ke kompor induksi, ketergantungan mendatangkan LPG selaku bertingkat hendak menurun alhasil mendesak kebebasan kekuatan. Tak hanya itu, masalah defisit transaksi berjalan (CAD) akibat impor elpiji secara bertahap juga bisa teratasi.
“Instruksi Presiden (Jokowi) di Istana Bogor sangat jelas yaitu mengubah energi berbasis impor menjadi energi berbasis dalam negeri. Salah satunya melalui konversi penggunaan kompor LPG menjadi kompor induksi,” kata Darmawan.
Tak hanya angka impor, langkah konversi ini juga akan mengurangi subsidi elpiji dalam APBN yang terus membengkak. Tahun ini saja, penguasa menganggarkan Rp 61 triliun buat injeksi elpiji. Angka ini akan terus meningkat menjadi Rp 71,5 triliun pada 2024.
Saat ini penggunaan elpiji dinilai lebih murah dibandingkan kompor listrik. sebenarnya apabila dilihat, harga elpiji di pasaran yaitu harga dengan tambahan dari APBN.

Subsidi APBN

Harga keekonomian elpiji sebelum disubsidi oleh APBN adalah sebesar Rp. 13.500 per kg, maka Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji bersubsidi dibandrol Rp. 7.000 per kg. Artinya, pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 6.500 untuk subsidi per kg elpiji.
“Jadi seperti elpiji lebih murah dari kompor listrik. Padahal ini membebani APBN. Ada komponen subsidi dari APBN sekitar Rp 6.500,” jelas Darmawan.
memikirkan kesetaraan berlandas kalori, 1 kilogram LPG sekelas dengan 7 kWh listrik. Harga keekonomian elpiji 1 kg yaitu Rp. 13.500, jelas lebih mahal dari listrik 7 kWh yang harganya sekitar Rp. 10.250.
Artinya harga keekonomian penggunaan LPG adalah Rp. 3.250 per kg lebih mahal daripada menggunakan listrik.
PLN juga memastikan pasokan listrik di seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi mencukupi. Untuk satu setengah tahun ke depan, PLN memiliki cadangan daya hingga 7 gigawatt (GW).
“Dengan adanya program ini akan terjadi peningkatan kebutuhan listrik. Proyeksi kami penyerapan listrik akan meningkat menjadi 13 GW. Ini akan memperbaiki kondisi perusahaan dan keuangan negara tentunya,” kata Darmawan. 

Akhir Kata

Itulah Artikel “Indonesia Bisa Bebas Impor LPG 2030, Begini Caranya“, Semoga bisa menambah wawasan kalian yah.
(‘TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DAN JANGAN LUPA BERKUNJUNG KEMBALI..’)

Leave a Comment