Wajib Diketahui, Ini 5 Jenis Termometer Khusus untuk Memasak Makanan

MAKANANRINGANINDONESIA.COM – Tingkat kematangan makanan berperan penting untuk mendapatkan makanan yang berkualitas dan sehat. Apalagi jika menggunakan bahan makanan mentah yang mengandung bakteri yang membutuhkan suhu tertentu untuk mematikannya. Asal tahu saja, bakteri mati pada suhu 45 derajat – 60 derajat Celcius. Walaupun penggunaan termometer makanan (food thermometer) tidak umum di Indonesia, namun jika untuk alasan keamanan dan kesehatan kenapa tidak?
Selain membunuh bakteri pada suhu tertentu, dalam pembuatan steak daging juga dibutuhkan termometer. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kematangan daging sesuai dengan keinginan kita. 

5 Jenis Termometer yang wajib Anda miliki di dapur

  • Termometer tusuk

Termometer stik Dikenal sebagai termometer stik, termometer jenis ini dapat digunakan untuk mengukur suhu makanan, gula, atau minyak yang membutuhkan ketelitian tinggi. Cara pemakaiannya juga mudah dengan menancapkan stik besi ke daging panggang misalnya, lalu layar digital otomatis menghitung suhu terukur yang akurat. Dapat digunakan dalam suhu sekitar dari -10 derajat hingga 50 derajat Celcius, ukuran Fahrenheit juga tersedia. 

  • Termometer Inframerah

Termometer ini berbentuk seperti pemindai, ada yang seperti pistol ini dan memiliki cara kerja yang mirip. Arahkan saja ke permukaan makanan yang ingin diukur suhunya, tekan pelatuknya, lalu dalam hitungan detik setelah pelatuk dilepaskan suhunya langsung terbaca. Oleh karena itu terkadang termometer jenis ini disebut sebagai termometer non-kontak. Agak mahal, tapi dijamin akan memudahkan Anda mengukur suhu dari -32 derajat hingga 380 derajat Celcius, atau dalam Fahrenheit. Hindari mengarahkan sensor laser saat makanan berada di atas pusat api karena suhunya akan sangat tinggi dan tidak akurat.

  • Termokopel

Termokopel atau thermocouple adalah jenis termometer yang menggunakan dua atau lebih kabel untuk mengukur suhu makanan. Dapat digunakan untuk makanan padat atau cair dari permukaan hingga ke dalam dengan hasil pengukuran instan, sekitar 2-5 detik. Rentang suhu diukur dari –50 derajat hingga 1.600 derajat Celcius, serta Fahrenheit. Kekurangannya agak susah dibersihkan setelah dipakai.

  • Termometer oven

Termometer oven adalah alat pengukur suhu oven yang dibuat terpisah dan tahan panas. Cara pemakaiannya dimasukkan ke dalam oven, kemudian diletakkan di atas rak panggangan, tempat yang tersedia di dalam oven, atau bisa juga digantung. terlihat yang pengukurannya bersumber pada paparan panas p tampak serupa kumparan, ada jua yang memanfaatkan botol bermuatan air raksa, dan juga termometer tungku digital. Hasil pengukuran akan muncul di layar dalam bentuk angka penanda suhu tinggi (biasanya dalam Celcius dan Fahrenheit). A must-have jika oven Anda tidak memiliki kontrol suhu sehingga kue dan piring Anda tahan gagal.makananringanindonesia.com

  • Termometer daging

Termometer daging atau termometer daging berbentuk seperti jam, ada yang digital dan analog. Sesuai dengan namanya, alat ini digunakan untuk mengukur suhu daging yang sedang dimasak, dipanggang, atau dibakar agar mendapatkan tingkat kematangan yang diinginkan. Umumnya termometer ini tidak dapat digunakan pada daging yang tipis atau tertinggal di dalam daging selama proses pemasakan. Cara menggunakannya: tusuk daging dan baca suhunya. Termometer analog membutuhkan waktu 10-30 detik untuk mendapatkan hasil yang akurat, tetapi termometer digital hanya membutuhkan 2-10 detik untuk membaca hasil dalam Fahrenheit atau Celcius. 

Akhir Kata

Itulah Artikel “Wajib Diketahui, Ini 5 Jenis Termometer Khusus untuk Memasak Makanan“, Semoga bisa menambah wawasan kalian yah.
(‘TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DAN JANGAN LUPA BERKUNJUNG KEMBALI..’)

Leave a Comment